Sunday, 25 December 2011

Gagasan Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI

Indonesia merupakan sebuah negara yang besar. Sangking besarnya, Indonesia memiliki beragam-ragam kebudayaan, suku dan bahasa. Dalam hal ini lah Indonesia berada, karena apabila semua itu menjadi satu ragam maka sangat tidak pantas disebut Indonesia.

Banyak cara untuk membangun Indonesia. Selamat niatnya membangun dan memajukan negara semuanya pasti bisa dilakukan. Saya ingin memposisikan menjadi seorang Anggota DPD RI.

Seperti yang kita ketahui dan saya katakan sebelumnya bahwa Indonesia memiliki beragam kebudayaan, suku dan bahasa. Itu semua terangkum dalam Pancasila Bhinneka Tunggal Ika, dari sana lah banyak hal menguatkan Indonesia sebenarnya.
Ada 7 point yang saya gagaskan dalam membangun Indonesia apabila saya menjadi Anggota DPD RI.
1. Kebudayaan
Pada saat ini Indonesia seperti mengalami krisis jati diri, terutama pemuda-pemudinya. Maka dari itu lah penanaman kebudayaan dalam setiap lapisan masyarakat pada suatu daerah sangat penting. Agar jati diri bangsa yang beragam tetap terjaga. Dimana memberikan pemahaman kebudayaan daerah secara KONSISTEN dalam pendidikan di sekolah-sekolah formal ataupun non formal. Namun dapat juga di lakukan dengan pengenalan kebudayaan daerah melalui apresiasi masyarakat terhadap acara-acara kebudayaan daerah yang diselenggarakan secara KONSISTEN.
2. Nasionalisme
Menurut saya, pada dasarnya Nasionalisme menjadi hal paling utama bagi sebuah negara untuk mengetahui seberapa peduli warga negaranya. Tapi disini saya mendahului kebudayaan karena saya memposisikan menjadi seorang Anggota DPD RI. Menumbuhkan rasa Nasionalisme sejak dini akan menentukan kebersatuan sebuah negara. Mengetahui sejarah bangsa dapat menumbuhkan Nasionalisme. Tentu saja pendidikan menjadi alat menumbuhkan nasionalisme. Tidak hanya dalam pendidikan formal, tetapi acara-acara yang dapat mengobarkan nasionalisme sangat perlu dilakukan dan secara KONSISTEN.
3. Pengembangan Pariwisata
Indonesia negara kepulauan. Saya rasa semua dari kita sudah tidak meragukan keindahaan Indonesia. Banyak daerah yang memiliki alam yang indah di Indonesia. Pada dasarnya apabila Indonesia mengembangkan jalur laut yang akan langsung mengantarkan para turis ke tempat-tempat pariwisata, makan Indonesia akan lebih berkembang dan sejahtera, karena semakin banyak pariwisata Indonesia dikembangakan, semakin banyak SDM dibutuhkan dan yang pasti akan banyak menyerap SDM disekitar tempat pariwisata tersebut. Namun ada pula daerah-daerah yang tidak memimiliki pesona alam. Disinilah kebudayaan suatu daerah muncul kembali. Pada dasarnya di setiap daerah di Indonesia memiliki kebudayaannya sendiri, yang dapat menjadi sebuah pesona pariwisata bagi siapapun. Di Jakarta sendiri masih ada beberapa museum-museum sejarah Indonesia yang saya lihat menjadi salah satu tempat pariwisata bagi para pelajar dan termasuk turis luar. Termasuk Monumen Nasional, dan secara konsisten Jakarta mengadakan kontes abang none yang jelas adalah sebuah kebudayaan asli jakarta.  Pada akhirnya pariwisatalah yang dapat memperkenalkan sebuah daerah.
 4. Pembangunan Infrastruktur
Pembangunan Infrastruktur di satu daerah sangat penting, namun tanpa mengesampingkan kebudayaan, nilai-nilai sejarah dan agama, lalu yang terpenting lingkungan. Pembangunan Infrastruktur bagi pendidikan sangat penting. Dimana infrastruktur yang menunjang dapat menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya dan dalam pembangunan daerah tersebut agar tidak tertinggal dari dunia global yang terus berkembang. Pembangunan Infrastruktur yang baik juga menunjang pariwisata, transportasi hingga kualitas masyarakatnya itu sendiri.
5. Pendidikan
Indonesia negara yang besar. Namun banyak masyarakatnya yang lebih percaya oleh ilmu-ilmu di luar akal sehat. Di Indonesia sangat mudah menemukan anak-anak jalanan yang siang dan malam meminta-minta. Bukan keinginan mereka tetapi hanya itu yang mereka dapat lakukan. Pendidikan menjadi salah satu faktor kesejahteraan sebuah kelompok masyarakat atau daerah, yang saya lihat di media-media di televisi dan saya yakin ada banyak oraganisasi kecil di masyarakat yang memberikan pendidikan non formal secara gratis kepada anak-anak jalanan. Jadi, intinya Pemerintah Daerah harus dapat memberikan sebanyak mungkin pendidikan gratis kepada mereka yang membutuhkan.
 6. Kesempatan pengembangan diri bagi para pemuda
Bung Karno pernah berkata "Berikan aku 10 anak muda, maka aku akan menanklukkan dunia" Pengembangan diri bagi pemuda-pemudi melalui kegiatan-kegiatan tertentu akan melahirkan pemuda-pemudi yang kreatif bagi daerah tersebut. Contoh Bandung, Bandung terkenal dengan musik dan usaha clothing yang mandiri dari anak-anak muda Bandung, yang menjadikan Bandung menghasilkan musisi-musisi berbakat dan menjadikan Bandung berkembang secara kreatif. Tentunya tidak lepas dari kegiatan-kegiatan kompetisi musik yang banyak terselenggara secara rutin. Jelas bahwa anak muda hanya butuh kesempatan untuk mengembangkan diri.
 7. Pemberian keterampilan usaha atau kemampuan berbisnis bagi masyarakat
Salah satu permasalahan di sebuah daerah--Indonesia--adalah ekonomi. Ada banyak cara membantu masyarakat yang kurang mampu, tetapi cara yang tetap untuk membantu mereka yang berkekurangan adalah dengan cara memberikan bekal, baik dalam bentuk pemahaman bagaimana berbisnis, keterampilan membuat atau mengolah bahan mentah menjadi barang yang layak untuk di jual dan bernilai komersial ataupun memberikan pinjaman modal usaha bagi mereka. Sehingga tingkat kesejahteraan di daerah tersebut akan terangkat.
 8. Pembinaan dalam bidang olahraga
Percaya atau tidak salah satu faktor pemersatu adalah olahraga. Sepak bola menjadi salah satu alat pemersatu masyarakat dunia ketika terjadi perang dunia, yang hingga kini sepak bola menjadi olahraga paling populer di dunia. Olahraga pada saat ini bukan hanya menjadi sebuah olahraga, tetapi sebuah hiburan yang sangat populer. Olahraga pun dapat menumbuhkan rasa persatuan, mengharumkan nama bangsa hingga bersikap dewasa dalam menerima kekalahan. Oleh karena itu pembinaan dalam bidang olahraga di tiap daerah diharapkan dapat melahirkan pemuda-pemudi yang dapat membuat prestasi untuk daerahnya sendiri dan bangsa, lebih utama.
 Banyak potensi yang besar yang dimiliki Indonesia. Kita hanya perlu memanfaatkannya, karena pendahulu kita telah berusaha mendapatkan semuanya.

Sunday, 18 December 2011

Indonesia Unite

Indonesia Unite by Juliofmine.deviantart.com


Indonesia Unite
Terlahir dari semangat para anak muda indonesia untuk bersatu, yang gw harap bukan hanya sesaat. Semangat itu harus tetap di kobarkan bagaimanapun caranya.

Sayangnya, di Indonesia semuanya seperti terbalik. Salah menjadi benar, benar menjadi salah. Tapi Gw yakin, ada banyak hal yang membanggakan bagi Indonesia yang terjadi. Namun sayangnya berita yang menjual hanya tentang bencana alam, kekerasan dan korupsi. Emang ga bisa di pungkiri negara Indonesia sangat luas dan berpulau-pulau, dan media pun tidak dapat menayangkan semua berita yang terjadi di seluruh penjuru negeri. Tapi selama niatnya membangun Indonesia pasti bisa. Gw pernah baca tulisan dari blognya Pandji Pragiwaksono--www.pandji.com--dan buku dia yang berjudul Nasional.Is.Me. Bahwa sebenarnya membangun negara tidak harus menunggu dan meminta dari pemerintah. Sangat bisa kita lakukan sendiri bila memang kita memiliki kesempatan, materi dan kemauan.

Semalem itu gw nonton Kick Andy Hope per tanggal 17. Ada sebuah organisasi kemasyarakatan di wilayah Jakarta Utara, Cilincing, yang menampung dan mengajarkan beberapa anak jalanan di sekitarnya, dan yang paling menarik itu adalah pemimpin yang bertugas mengajarkan anak-anak itu adalah seorang anak muda. Sebenarnya ini tentang kepedulian. Bahwa di Indonesia, masih ada anak-anak muda yang mau dan perduli dengan negara ini. Negara yang terbentuk dari semangat pemuda-pemudinya.

Tanggal 18, hari minggu ini. Gw nonton Metro TV. Ini salah satu stasiun televisi yang banyak memberikan berita-berita dari penjuru negeri. Pagi ini gw nonton bagaimana persoalan kehidupan masyarakat perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Masyarakat di sana umumnya memiliki permasalahan ekonomi, yang membuat mereka untuk lebih bekerja keras mencari ikan--Mata pencaharian mereka nelayan--hingga ke perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Dimana sebagian dari mereka sering tertangkap oleh tentara tetangga, yang katanya mereka mendapatkan perlakuan yang tidak............ Nahasnya, tentara perbatasan Indonesia tidak mampu berbuat secepat mungkin, karena peralatan tugas yang sangat minim. Bahwa ketika permasalahan ekonomi dan ladang ikan yang semakin sedikit di sekitar pemukiman membuat nelayan mencari ikan lebih ke luar perbatasan, terjadi masalah dan tentara kita pun tidak mampu banyak berbuat apa-apa.

Gw pengen kutip perkataan bapak pemerintah daerah di sana ketika gw nonton "Bahwa jangan sampai Nelayan-Nelayan ini merasa menyesal menjadi Indonesia"

Dan gw yakin masih ada banyak masyarakat Indonesia yang perduli dengan negaranya!!!

Thursday, 15 December 2011

Cinta dan Payung di kala Hujan Part 3


Mengapa hujan terlalu banyak terjatuh? Tidak seharusnya dan tidak biasanya dalam bulan april ini hujan sangat menunjukkan superiornya. Hanya ada coklat vanilla panas dengan garis-garis uap yang menari di antara bibir menawan gelas bundar tersebut, tepat di depan sucinya hamparan kertas A2 ku, yang telah hampir 20 menit masih suci, perawan, tidak tersentuh seniman berlabel 2B. Dalam kehidupan ini aku hanya mengenal konsep dan keagamaan. Aku tidak pernah tau, tidak pernah ingin tahu dan tidak pernah percaya tentang pencapaian 2 anak manusia yang memadu cinta dalam prahara chemistry. Dimana cinta datang tanpa ada pengenalan, dimana ketika seorang pria dan wanita pertama kali bertemu, bertatapan mata dan jatuh cinta. Yang aku tahu, prahara cinta 2 anak manusia terbangun dalam hubungan yang cukup lama hingga mereka saling mengerti. Itu sebabnya aku selalu percaya dengan konsep. Termasuk dalam hubungan percintaan.

            Aku sudah lama berhubungan dengan randy, 9 tahun lamanya. Dia cinta pertama ku. Dan dalam hidup ku hanya dia satu yang mampu menanamkan bulir-bulir cinta. Aku dan dia telah saling kenal sejak umur kami masih sangat belia. Ingusan lebih tepatnya. Lalu perpisahan tidak dapat dibendung. Kini hampir 5 tahun aku sendiri. Aku tahu persis diri ku. Aku tahu bagaimana aku berfikir tentang konsep. Aku selalu mendamba seorang pendamping yang seperti randy. Dia mampu menumbuhkan cinta jauh dan berjangka panjang dalam hati ku. Mungkin itu yang menjadi konsep percintaan ku. Dan mungkin itu pula yang membuat aku betah sendiri hingga 5 tahun lamanya.

***

            Alam seperti bermuka dua. Hari ini semakin deras hujan turun. Pukul 13.12 siang aku tersadar dalam lembut embun yang bahkan tidak pernah meninggalkan ruangan kamar ku sejak kemarin malam. Mungkin ini konsep yang salah dari manusia dalam pembangunan. Alam berubah sifat. Mereka menggertak agar kita tidak memperburuknya. Dalam tiap jarum-jarum hujan yang membentur bumi, aku mendengar dentuman nada-nada kata yang bersimphony menjadi pesan. Samar bahkan menjurus tidak terdengar. Terkadang terjadi begitu sering. Kadang membuat ku mengantuk hingga terlambat kuliah. Ini lah yang ku sebut konsep symphony alam. Para penyaji makanan kelabakan, lapak dagang berhambur tersiram deras hujan, eksekutif-eksekutif muda—pria dan wanita—luntang lantung berlarian menghindari titik-titik air yang hinggap di kain sutra di tubuhnya di pingir jalan-jalan protokol di tengah superiornya gedung-gedung perkantoran, anak kecil berdansa tidak gemulai seakan merayu hujan, tarian kala hujan. Para ibu berteriak lantang kepada anak mereka yang malah tersenyum bermandikan air hujan. Cucian-cucian, sepatu hingga celana dalam segera di angkat dari peraduannya, bersiap menanti matahari esok pagi, bersiap tidak akan kering hari ini. Di gank-gank penuh sesak dalam pesona padatnya kota tiba-tiba diam, hanya ada benturan percikan jarum-jarum hujan yang jatuh menghantam peradaban. Anak berpobia hujan semakin menghujat, air mata deras terjatuh sederas hujan di luar sana.

            Menikmati yang seharusnya dinikmati. Teh hijau dan bolu kukus buatan ibu, melankolisnya embun di beranda mata, indahnya dunia. Tiba-tiba handphone ku berdering. Fatur menelfon ku. Begini, paparan kehidupan adalah apa yang kita percaya dan kita pertahankan untuk diubah menjadi nyata. Seperti ketuhanan dan konsep mimpi dan cita-cita.

***

            Ingatan ku masih segar tentang perkataan Dian
“Sampai kapan mau kukuh dengan konsep yang idealis tentang kehidupan? Sampai nanti tersadar bahwa cinta tidak akan ada yang datang? Cinta seperti Randy tidak akan sama di dapat”.
Seperti keracunan oksigen. Fikiran yang kalang kabut di dalam lingkup tubuh yang datar. Lalu hujan seperti mengepungku di berbagai arah. Seragam dengan garis-garis muka yang pudar dari goyahnya kepercayaan selama ini. Sepi di derasnya gemericik benturan hujan yang menghantam bumi. Gegap tak gempita fikiran ku melanglang buana ke negeri perenungan. Terkadang aku berfikir Dian seolah mengajarkan ku yang benar, di satu sisi terasa seperti memaksa dan mengatur hidup ku. Dalam selaras langkah kaki ku menuju rumah dengan payung musim panas ku ini. Bila di fikir, mungkin perkataan dian benar. Bahkan dalam menghantam musim kemarau dan penghujan aku memiliki konsep tentang penggunaan warna payung. Biru untuk kemarau, merah untuk hujan. Bukan tanpa sebab pemilihan warna tersebut.

***

            Hujan, itu teduh terbalutkan air.
            Tiba-tiba saja hujan, aku yang mengira akan cerah pun lupa membawa payung biru ku. Di kota ini, bagi mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi, payung menjadi rumah teduh untuk bersahabat dengan hujan. Di gedung ini, mall terbesar di kota ini, tempat ku dan dian kerja part time sebagai SPG . Tiap kali hujan datang para pengumpul rupiah receh tiba-tiba berlalulalang. Menari kesana-kemari seperti sebuah Drama Musical “Tarian Hujan Para Pengumpul Rupiah”. Aku selalu dalam situasi seperti ini menggunakan jasa mereka. Ada puluhan dari mereka. Aku tidak memilih, langkah kaki ku telah berjalan di bawah payung sewaan ini. Dalam sudut kereta bersopir ugal-ugalan yang isinya penuh sesak, benak ku kembali.
***

            “Sudah berapa lama kerja beginian?”
            Dia menahan kata. Seakan buta perkataan. Mungkin ini terlalu sensitif baginya. Kami lama terdiam saling berhadapan. Sulit memang, membuat semua mencair dalam dinginnya jarum-jarum hujan yang tergenang dalam air muka kami berdua.

            “Ga sadar yah?! Tenyata aku sering make payung kamu lohh?!”

Ada keheningan yang cukup lama disana. Aku mulai frustasi mengajaknya berbicara ketika
            “Payung itu sengaja aku beli khusus untuk kamu pakai!!”

Monday, 7 November 2011

Cinta dan Payung dikala hujan Part 2

Tidak terasa hidup menggiring langkah rapuh ku tersudut dalam kelemahan. Kawan, bila kalian pernah berfikir ada seseorang yang mampu bertahan dan setia dalam ketidak berdayaan pantaslah kalian menatap diriku. Dan bila kalian berfikir kenapa aku begini?? Aku sendiripun tidak pernah menyalahkan hidup. Hanya mungkin kesempatan yang tidak ku miliki. Payung-payung ku ini yang menuntun kemana hidup ku, kepada siapa ku mengais rupiah-rupiah receh yang tidak lebih jauh dari 10 kilometer dari istana kardus di sela-sela hiruk pikuk nafas metropolitan.

Aku fikir ini pertama kalinya aku merasa kehilangan dalam hidup. Friska, wanita itu menatap mata ku penuh rasa ingin tahu. Sudah lama aku tidak bertemu dan dia tidak menggunakan jasa payung ku, lama sekali. Pada hal aku telah membeli payung berwana merah muda khusus untuk dia gunakan. Dalam detik yang lebih cepat dari detik lainnya, apa yang ia ingin tahu dari lorong gelap tidak berpenghuni dan berbenda menarik dalam mata ku. Aku terlalu bodoh untuk itu, kawan. Bila mungkin kalian berada disana saat itu, mungkin sudikah kalian menerjemahkannya kepada ku.

"Sudah berapa lama kerja beginian??"


Pertanyaan itu selalu mengundah rasa rindu terlebih penasaran dalam pikiran ku?! Sampai saat ini aku tidak mengerti kenapa dia sampai mampu bertanya seperti itu. Hanya lelaki bodoh yang tidak merindukan paras cantiknya. Dan hanya lelaki bodoh seperti ku yang bisa-bisanya merindukannya. Mungkin andai saat ini ku bertemu dengannya kembali hanya pertanyaan tersebut, satu yang ku ingin dia ucapkan.

Dalan reduh redam lembutnya hujan.

"Lama ga ketemu yah!!!"

Entah bagaimana mengartikannya. Ini permintaan yang pertama dan yang terindah yang dikabulkan sang raja. Ku pandangi lagi paras menawan nan cantik, elok rupawan bagai langit sore tersiram anggur hingga berwarna violet orange yang anggun.

Tidak lama, kami jelajahi lantunan gemercik jarum-jarum hujan yang jatuh lembut di sekitar aroma tubunya, harum, menghanyutkan, nyaman penuh keanggunan. Dalam itu kami berbincang jauh, dalam tiap langkahnya pergi bekerja hingga dimana dia tinggal. Semua tentang dia. Aku?? Pantaslah diam dan penuh pasif. Tidak ada yang menarik yang bisa ku ceritakan kepadanya tentang diriku.

Tidak lama hanya sesingkat kaki melangkah. Dalam langkah pulang menuju istana kardus ku, dalam gemercik jarum hujan yang sudah mulai lelah berjatuhan, aku mengulang lagi semua, dalam detik yang baru saja di telan detik yang lain. Aku mengulang perkataannya dalam lamunan yang dalam. Aku sangat ingat dia bercerita dimana dia tinggal, jalan dalam gang rumahnya hingga warna pagar hijau yang di penuhi tanaman-tanaman menawan. Mawar, dalam semua langkah, dalam sepanjang pembicaraan, mawar mendominasi hal yang dia terjemahkan menjadi keindahan.

Ini minggu ke 8 setelah terakhir ku bertemu dengannya.
Dalam lamunan yang panjang aku bernyanyi dalam kepasrahan. Tidak pantaslah seorang aku merindunya. Aku berteriak dalam diri, "JAUHHHKAAANNNN BAYANGAANNNNYYYAAAA DARRRRIIII KUUUU!!!!!!!"
Aku berada di tempat yang sama ketika pertama dan terakhir aku dan dia bertemu. Dalam gemercik jarum hujan yang sama, dalam riuh redam lembutnya, semua sama. Aku berjalan menuju shelter bis tempat biasa ku mengantarnya disana, tidak kudapati dirinya. Dalam sela-sela para muda-mudi berbincang di tempat pertama kali dia bertanya

"Sudah berapa lama kerja beginian??"

Dalam hati ku yang mulai menguap tidak berdaya. Di atas langkah-langkah kaki kami menuju pembicaraan mawar yang anggun. Hingga plakat yang pernah ku ingat tentang nya.

Semua kosong dalam pencarian. Hingga saat ini aku menanti, aku mencari, aku berharap dalam ketidak berdayaan.

Friday, 21 October 2011

Tulang Punggung

Satu lagi paparan kehidupan terbuka. Saat ini yang ku lihat adalah pandangan miris yang menginspiratif diri ku sendiri. Mungkin engkau tak pernah merasa berdiri dengan kaki yang bergetar rapuh, dan mereka memandang semua dengan berkata "Engkau seorang yang lemah"

Aku menangis, air mata ku meluap berharu, deras menghujam hati ku.

Setidaknya itu yang ku gambarkan dari teman-teman ku yang lebih berharga kehidupannya di mata sang raja. Semangat teman-teman, selalu ada harapan.

Ada pandangan atau kehidupan yang tak pernah kalian rasakan bahkan jalani. Mereka kehilangan tulang Punggung keluarganya.

Aku merasa kurang ketika ayah hanya pulang 6 bulan sekali,tak lebih 2 bulan di rumah, dia berlalu pergi menguras keringat agar anak-anaknya mendapat kehidupan yang lebih baik darinya.

Bahkan ketika umur ku 22 tahun, aku tau aku tak begitu menghargainya, tapi kau tau,dad. You're the Hero for this family "Nangkoda"

"I know this time is for me to take my chance for my own life"

"Sobat..ada banyak pengharapan dalam dirimu, berikan, biarkan sang Raja menggenggamnya"

Sunday, 16 October 2011

Cinta dan Payung dikala hujan

Dalam pesona derasnya hujan aku berjalan mengumpulkan serpihan rupiah, seribu rupiah. Kalian tidak tahu bagaimana prahara kehidupan ku, bagaimana aku berjuang bertahan dalam hidup ku yang rapuh. Bila kebanyakan orang mengidam-idamkan cuaca yang cerah bagi ku itu sulit, hujan lah yang membawa rupiah walau hanya rupiah-rupiah receh. Bila cuaca cerah aku harus bersiap memutar fikiran mencari kerja menjadi kuli atau tukang parkir. Tidak jarang prahara hidup ku lebih berat dari apa yang kalian bayangkan. Aku didepak karena dianggap mengambil lahan kerja orang lain, tidak jarang mata ku biru lebam membengkak penuh darah. Lalu hal apa yang akan mempesona kalian di tulisan ini, tidak ada kawan!!!

Aku adalah mahasiswa berpendidikan di sebuah universitas ternama di jakarta. Orang tua ku bisa dibilang pengusaha sukses di jakarta. Dalam garasi rumah ku saja ada hampir 5 mobil mewah terparkir. Dua diantaranya milikku. Sebuah Mini Cooper dan Toyota Fortuner. Mewah. Jangan ditanya lagi. Kawan, kalian tahu siapa orang tersebut, yang pasti bukan diri ku.

Aku ini seperti apa yang kalian lihat.

Malam ini terlihat mendung, aku tahu itu. Aku seperti berteman dengan kegelapan malam. Aku tahu ciri khas malam yang semakin rapuh. Aku persiapkan payung-payung penghasil rupiah ku, semakin bersiap mendapatkan rupiah. Aku tahu akan segera hujan. Memang hujanlah yang aku tunggu-tunggu, hujanlah yang bisa membuat ku mendapatkan rupiah dengan menyenangkan. Dalam persiapan ini, tidak sampai 30 menit kemudian, benar saja hujan turun dengan derasnya. Kali ini aku terlambat, karena hujan sudah turun dan aku masih berada digubuk dalam gang sempit dekat mall besar itu. Aku berlari menembus kelembutan jarum-jarum hujan. Dalam sekejap kaki kecil ku berada tepat di depan pintu utama gedung mall itu. Dalam keheningan jiwa yang sendiri aku mulai mengais rupiah dari payung-payung ku ini, yang tidak bisa dibilang bagus.

Dalam ratusan hanya beberapa puluh saja yang dapat menghasilkan rupiah untuk ku. Awalnya aku tidak pernah ada hubungan atau perasaan yang istimewa dengan wanita. Aku ini bak sampah yang tidak ada seorangpun yang ingin memungutnya. Dalam beberapa hari terakhir aku tersadar bahwa kini hujan telah menunjukkan superiornya, bahwa sekarang telah memasuki musim hujan. Aku tidak pernah mengingat siapa saja yang telah mendapatkan jasa payung rapuh ku ini. Akupun tidak pernah tersadar bahwa ada seorang wanita yang hampir tiap hari, tiap hujan datang menggunakan jasa payung ku ini. Aku tersadar ketika dia melihat ku dengan serius, mungkin iba atau semacamnya. Aku tidak terlalu perdulikan itu, yang aku inginkan hanyalah rupiahnya untuk menyambung hidup. Esokkannya wanita itu menggunakan jasa payung ku lagi, lalu esokkan harinya, kemudian sama hingga hujan turun ditiap malam dalam kurun waktu satu minggu berturut-turut. Hingga malam ini, malam di hari kamis ini. Aku kembali mengantarnya ke shelter bis yang tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat, selalu seperti itu. Dalam langkah rapuh ku yang selalu tepat berada satu langkah dibelakang pelanggan ku, dia menoleh ke arah ku untuk ke sekian kalinya, dan untuk kesekian kalinya aku menunduk. Lalu dia menghentikan langkahnya. Aku berhenti tepat satu langkah di belakangnya. Kami diam, ada keheningan diantara kami. Dalam detik yang cukup lama aku melihat punggungnya yang menawan, lalu dia berputar membalikkan badannya. Ku lihat paras menawan seorang wanita yang tidak pernah kulihat sebelumnya. Aku tidak tahu dia akan berbicara atau mempertanyakan kelayakan payung yang dia pakain.

"Bisa temanin aku ngobrol sambil makan?"

Aku telalu bodoh untuk mengartikan perkataan tersebut. Bagaimana bisa seorang wanita cantik ingin mengajak seorang tukang payung kala hujan untuk ngobrol dan makan bersama. Bagi ku ini tidak masuk akal. Namun tanpa ku sadari aku telah berada tepat didepan wanita yang tidak dapat ku jelaskan kecantikannya. Kalian harus melihatnya langsung, kawan. Mungkin aku akan mendapatkan masalah dengan ini. Dia melihat ku seakan ingin mengatakan sesuatu, aku tidak dapat menatapnya lebih lama, aku hanya menunduk.

"Sudah berapa lama kerja beginian?"

Aku tidak tahu harus berkata apa, rahang mulut ku gemeretak tidak karuan. Dalam semua itu aku mulai mengerti bahwa secara kebetulan dia selalu menggunakan jasa payung ku. Seperti sudah terbiasa dan merasa nyaman hingga akhirnya kami duduk disini dan saling terhanyut dalam pembicaraan dibalik reduh redam hujan malam itu. Kami habiskan malam disana. Malam berikutnya sama, lalu berikutnya lagi tidak ada bedanya, seperti tidak bosan-bosannya kami mengulang itu semua. Namun semua sama tidak ada hubungan yang berubah diantara kami. Kenapa??

Dalam semua ini aku mengerti situasi dan kehidupan ku. Kami bertemu, saling berbincang namun tidak bercinta. Hanya payung dan recehan rupiah yang dapat ku hasilkan dari  prahara kehidupan ku.

Monday, 26 September 2011

Nah!! Sadarkan diri sendiri!!!

Sempet gw kesel dengan para tukang parkir ga resmi yang ada dimana-mana. Ada di ATM-ATM, tempat makan pinggir jalan kaki lima. Klo aja sekali jalan kita mesti ke ATM ngambil duit dan mesti bayar parkir, terus ke sebuah supermarket untuk membeli sesuatu parkir di depan supermarket dan mesti bayar. Kemudian nyari makan dipinggir jalan yang bahkan ada tukang parkirnya. Menyebalkan ga sih, setiap kali jalan ke sana ke mari ada aja tukang parkir dadakan. Bahkan mungkin suatu hari nanti bagi yang laki-laki klo mau buang air sembarangan bakal ada yang nagihin duit.

Tapi itu bukan Point of Viewnya sih. Tapi lebih kenapa tuhan menciptakan otak sebegitu besar, sebegitu kompleks dan menjadi pusat. Dan satu mulut yang kecil dibawah dua mata dan diluar terpisah dari otak. Agar kita bisa berfikir sebelum berkata dan melakukan tindakan. Juga agar kita belajar dari pemikiran kita yang salah dan perkataan kita yang salah. Melihat yang benar dari sisi orang yang membuat kita kesal.
Kenapa kita tidak berfikir bahwa itu lah cara kita menghargai kebaikan seseorang dengan memberinya upah karena dia telah menjaga apa yang kita miliki.

Bukan tentang ceritanya, bukan juga tentang siapa yang didalamnya. Yang paling penting bisa berfikir positif dari apapun yang membuat gerah fikiran. Menangkap yang baik dari hal yang kita anggap menyebalkan. Susah memang, tapi setidaknya terbersit dalam fikiran saja sudah bisa membuat kita berfikir positif.

Friday, 16 September 2011

Perbedaan

Sebenarnya gw agak ragu untuk nulis ini di blog.
Kenapa?? Karena setiap manusia pasti pernah mengingkari apa yang mereka percayai.
Tapi ini cuman sekedar tentang pemahaman bukan untuk menggurui atau mengubah pandangan atau prinsip kalian.


Bahwa,
Terkadang orang selalu melihat persamaan antara dia dengan orang lain!!?? Menurut kalian benar terjadi atau tidak??
Pada hal menjadi berbeda dan saling menyempurnakan dalam berbagai hal menurut gw baik koq. Asal engga saling menggurui aja.
Atau Apa mungkin mereka menganggap itu semua adalah sebagai ego yang muncul dalam diri tiap orang. Sehingga mereka ga suka sama sekali dengan perbedaan?!
Sebenarnya ini bukan sekedar Ras, Suku atau Agama. Ada hal yang lebih mendalam dan kompleks dari itu semua. Pada hal menjadi berbeda itu adalah unik dan yang pasti orisinil.
Itu kenapa gw suka dengan apa yang diteriakkan @JRX_SID/Superman is Dead tentang perbedaan. Karena menyerukan perbedaan itu bukan untuk menjauhkan keunikan diri sendiri, budaya atau wilayah dari orang lain. Tapi membuat diri lw sendiri menjadi unik tanpa harus menjadi sama. Dan yang pasti lw bisa pamer keunikan lw.

Jadi menurut gw mereka yang ga memandang perbedaan adalah mereka yang paling egois. Karena terkadang kita harus mundur lalu melihat Kelebihan orang lain dan belajar dari kelebihan orang lain.
Sedikit rendah hati mungkin baik.

Thursday, 1 September 2011

Kepadamu, Pahlawanku


:Soe Hok Gie

Aku diajak bicara tentang bangsa. Yang kudengar adalah gema generasi gagap berpantulan di dinding jebakan zaman. Mungkin sekadar jelmaan cemarnya darah generasi ’90 yang kubawa sejak kesahihan sejarah habis terbakar dan lenyap sampai sisa abunya. Lalu kutemukan namamu yang menenggelamkan aku dalam pesona. Jejeran abjad sesisaan pikiranmu mengajakku berkaca.

Yang terbesar adalah kebenaran, ujarmu. Maka kepadanya aku berlari untuk menghadap, selagi kita sama-sama percaya bahwa menjadi manusia bebas adalah hakiki. Mungkin akan kau dengar eufoni dalam kepalaku menjelang petang, tentang amanat cinta terhadap manusia seperti yang kau, kawan yang kujumpa dalam aksara, cita-citakan. Ya, masih akan kukejar.

Eufoni Cita-cita – Ellena Ekarahendy


Seratus kata untuk pahlawan kita. Ada ibu, ada ayah, ada guru, ada pacar, dan ada pahlawan nasional. Tak akan pernah kita sangka bahwa di sekeliling kita ada pahlawan yang ada untuk kita. Tak akan pernah kita sangka bahwa ada pahlawan yang telah membuat kita merdeka. Seratus kata menjadi sebuah dedikasi bagi mereka, orang-orang yang selalu berjasa di dalam kehidupan kita.


Bergerak Sastra
http://kepadamupahlawanku.wordpress.com
untuk.sastra.indonesia@gmail.com


Kumpulan sastra "Kepadamu, Pahlawanku" ini adalah tulisan tentang seseorang yang dianggap seorang pahlawan bagi tulisan mereka yang tergabung dalam buku ini. Buku ini bisa di pesan di www.nulisbuku.com yang kebetulan cover buku ini gue sendiri yang ngDesign. Khusus untuk tulisan gue bisa di baca di halaman Cerpen dan Sastra di blog gue ini.

Bonceng Sehat

Kampanye Sepeda Sehat

Ini tugas Perancangan Komunikasi Visual 4 yang gue kerjain selama satu semester bareng 4 temen gue. Dimana gue di suruh mengkampanyekan sebuah gerakan sepeda sehat. Kampanye full tepatnya.

Check the video out ;

 

Saturday, 16 July 2011

Si Tupai yang tak sempurna

Ada dua ekor Tupai jantan di sebuah koloni atau desa Tupai. Mereka bernama Clichy dan Harmly. Pada hakikatnya setiap makhluk hidup harus berkembang biak dan saling memiliki pasangan. Clichy yang mempunyai 4 kaki lengkap lebih lincah dalam mengambil biji-bijian dari atas pohon. Sedangkan Harmly yang hanya memiliki 1 kaki depan dan 2 kaki belakang pasti lah lebih lambat untuk mengambil biji-bijian.

Suatu ketika kepala atau raja dari koloni Tupai tersebut ingin mencari kan jodoh untuk anaknya, seekor tupai wanita yang paling cantik dari koloni tupai tersebut. Dia cantik tapi rendah hati, pastinya idaman setiap Tupai jantan. Karena Clichy yang seorang panglima perang yang sangat di percaya sang raja dan Harmly seorang yang paling pintar di koloni Tupai tersebut, mereka lah yang di tunjuk sebagai calon pasangan dari tupai betina itu, tentunya dengan satu sarat.

"Pergilah kalian cari biji-bijian sebanyak mungkin dengan BIJAK!! Dan bawalah ke hadapanku!!" seru sang raja.

Puluhan hingga ratusan biji-bijian mampu Clichy kumpulkan dalam waktu yang singkat. Sementara itu Harmly terlihat tak berdaya mengimbangi Clichy yang lebih dulu dapat mengumpulkan banyak bijian. Harmly terlihat mengambil biji-bijian satu per satu ini tak seimbang dengan Clichy yang mampu bergerak cepat dengan sekali mengambil biji-bijian bisa lebih dari 2.
Hingga pada akhir waktu yang di tetap kan, mereka saling mengumpulkan hasil jerih payahnya.

Sang Raja Tupai berkata "Baiklah kita akan segera mengetahui siapa yang akan menjadi pendamping anak ku"

Clichy yang sudah sangat yakin akan menjadi pemenangnya, tersenyum bangga. Harmly, terlihat seperti tak sekali pun berfikir untuk menjadi pemenang. Clichy sanggup mengumpulkan biji-bijian hingga 200 buah. Sedangkan Harmly hanya sanggup menggumpulkan 20 buah biji-bijian.
Sang Raja terkejut karena mendapati Harmly hanya mampu mendapatkan 20 buah biji-bijian. Sementara di satu sisi pandangan mata Clichy sudah tersenyum bangga karena yakin atas kemenangannya.

Raja Bertanya kepada Harmly "Anak muda, Kenapa kau hanya mendapatkan 20 buah biji-bijian?? Sedangkan tentara ku di sana mampu mengambil lebih dari mu??!!"

"Raja ku, 20 buah biji-bijian itu adalah biji-bijian yang terbaik untuk di konsumsi dari pohon utama di koloni kita ini" Harmly berkata lembut.

"Apa kau mengerti tentang apa yang aku perintahkan tadi kepada mu??" sang Raja bertanya kembali

"Yang aku tau dari ibu ku adalah pastikanlah hidup mu berguna untuk orang lain walau dengan tindakan kecil, penuh keterbatasan dan walau tanpa imbalan" kalimat kecil yang lembut dari Harmly

"Baiklah!! Pertandingan ini selesai, aku sudah mendapatkan pemenangnya. Harmly!!" Lantang sang Raja

Clichy yang merasa lebih banyak mendapatkan biji-bijian tidak terima dan langsung berkata
"Tapi Raja, hamba lah yang lebih banyak mendapatkan biji-bijian. Dan perintah yang di berikan raja adalah Pergilah kalian cari biji-bijian sebanyak mungkin dengan bijak. Dan bawalah ke hadapanku!!"

Raja berkata "Sepertinya engkau masih tidak memahami. Aku tidak berkata siapapun yang paling banyak mengumpulkan biji-bijian akan menang. Tapi aku memerintahkan untuk pergi mencari biji-bijian sebanyak mungkin dengan BIJAK. Engkau hanya mengumpulkan biji-bijian sebanyak mungkin tanpa memberikan yang terbaik untuk ku. Bagaimana mungkin engkau bisa memberikan yang terbaik untuk putri ku"

Terkadang hal-hal yang baik muncul dan memesona dari kekurangan yang ada dalam diri seseorang namun mensejahterakan hal lain yang berhubungan dengannya. Usaha, kesederhanaan dan kesabaran menerima kenyataan adalah kunci kehidupan. Seperti Harmly yang walau di pandang sebelah mata dan penuh kekurangan tetapi dia tetap memberikan yang terbaik untuk apa yang di percayakan kepadanya.

Monday, 11 July 2011

Keluarga Anak Layangan


Cerpen gue yang berjudul "Keluarga Anak Layangan" ini dijadikan judul project buku #MyHomeTown buku pertama dari empat buku yang diterbitin oleh NulisBuku.com ini adalah kumpulan cerita-cerita lucu dan unik di kampung halaman dan wejangan-wejangan orang tua. Tentunya di sini gue tidak menulis cerpen ini sendiri, ada kawan-kawan lain yang terpilih ceritanya untuk di masukkan dalam empat buku tersebut.

Khusus buat cerpen gue "Keluarga Anak Layangan" bisa di baca di halaman blog gue yaitu "Cerpen"

Sunday, 3 July 2011

Hidupi Hidup mu #MyQuotes

1. Ga ada cara lain untuk bahagia selain kita mencintai tuhan kita #MyQuotes

2. Ketika kita di sakiti teman, keluarga, orang tua, itu bukan mereka jahat, lewat mereka tuhan merubah mu menjadi emas kehidupan. #MyQuotes

3. Ketika situasi sulit, tuhan tidak jahat, dia membentuk mu sesempurna dia menghias bumi, lewat kejadian-kejadian dan pengalaman hidup mu #MyQuotes

4. Kata orangg hidup kadang di atas dan kadang di bawah. Sobat, sekalipun hidup mu berada di level terendah, sabar lah dan berusahalah ,karena hidup mu akan berada di atas #MyQuotes

5. Ketika kita tidak pernah mendapatkan apa yang kita inginkan, perbaiki diri kita, karena tuhan akan memberikan semua ketika kita sudah pantas di hadapannya!!! #MyQuotes

Wednesday, 1 June 2011

ohh... hidup

Aku ingin bertemu banyak orang, belajar dari kelebihan mereka, dan mencerna keajaiban tuhan dari kelemahan hidup mereka. Aku ingin melengkapi kehidupan ku yang rapuh dengan pandangan-pandangan idealis orang-orang hebat, lalu terjatuh di tusuk kekurangan ku sendiri. Di gerogoti ketidak berdayaan, di tekan kekurangan hidup lalu di angkat ke awan oleh kebahagiaan. Aku ingin menyelami palung laut kehidupan, di tusuk tajam tak tertahan oleh penghianatan dan di balut dengan kasih sayang oleh pendamping hidup ku kelak. Lalu berlayar mengarungi ombak kehidupan seperti ayah ku.

Wednesday, 25 May 2011

Tulisan


Kawan, Tulisan itu wajah dan kata-katanya adalah mulut. Berkata-kata lah romantic lalu pastikan cinta mu sampai kepadanya.

Friday, 11 March 2011

Ketika hidup masih berdampingan dengan CINTA

Dia, umurnya terbatas pada kelas 5 Sekolah dasar, namun beban hidupnya tak dia rasakan. Canda gurau melapis anggun menutupi beban yang harus di tuntutnya. Hingga dewasa dia mencoba membawanya, namun hidup memutar balikkan kenyataan. Mencoba berdiri sendiri, walau kaki tak kuasa bergetar. Dia tak pernah malu akan keadaannya, hidupnya penuh apa adanya. Memperjuangkan ibunya pada saat itu, penyakit keras memecah lembutnya belaian sang ibu. Hampir 1 tahun setelah ayahnya menghadap tuhan, menjadi malaikat dia di sana. Mungkin masih segar dalam ingatan sinta, ketika tubuh ibunya terbaring kaku, tak bernafas. "Ibu...ibu tak akan pergi meninggalkan ita juga kan??" perkataanya polos, air matanya meluap berharu.

***

Aku mulai paham. Belakangan ini aku sangat sering menulis. Berberapa hal atau mungkin banyak hal yang aku pelajari dalam hidup ini. Sedikit demi sedikit aku mulai memahami cara menulis yang baik.

"Note ; Hal terindah kedua di balik pemahaman hidup ku yang berat adalah ketika ibu tersenyum tulus kepada ku sebelum kartini ku itu menghadap tuhan."

Kini aku benar-benar berdiri dengan kedua kaki yang gemetar. Bekal ku menghadapi hidup hanya pemahaman bagaimana bercanda gurau. Aku masih sangat kecil pada saat itu, untuk menerima pelajaran hidup ku yang berat.
"Kawan, setiap manusia memiliki batas kemampuannya di dunia ini, termasuk maut. Bersyukurlah untuk keluarga yang utuh dan berjuanglah ketika semua usaha masih berdampingan dengan cinta"

*Sedikit Cerita yang di adopsi dari pengalaman seorang teman kehilangan ayahnya ketika masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama

Tanda Tanya

Satu yang jelas gw pelajarin. Manusia hidup mencari kebahagiaan, setiap orang datang dan pergi. Dan ketika kita menjadi dia, kita bayangan.

Menjadi dewasa itu bukan pilihan, tapi kewajiban setiap orang. Meninggalkan semua kisah masa kecil tanpa menghapusnya. Tuhan menciptakan manusia berprasaan, baik pria dan wanita. Mereka jauh lebih lemah dari kesempurnaannya. Jauh merasa tidak puas, namun tak berdaya menahan hawa nafsu. Dan tentunya setiap manusia bergejolak menghadapi hidup. Hanya sebagia saja yang berkeyakinan kuat, bertahan dan berhasil.

Ketika kita punya kelebihan yang kita punya!!! DIA!!! Kehilangan ayahnya ketika SMP!! Pertanyaannya : Apakah kita bisa memaksimalkan keberuntungan kita??

Sementara DIA!!! Nothing to lose menghadapi hidupnya!!! Pertanyaannya lagi : Apa kita punya keyakinan?? Apa kita udah bisa menentukan passion kita sendiri??

Ada banyak keberuntungan yang kita punya ketika kita ga sadar klo lebih banyak lagi orang yang ga beruntung. Pertanyaannya : kita bersyukur ga??

Ada banyak pandangan hidup termasuk sikap yang ga bisa di cerna oleh orang lain termasuk teman. Di sini lah prinsip lw di uji. #Don'tJudges

Manusia hidup mencari kebahagiaan. Pertanyaannya : Pernah ga kita memperjuangkan kebahagiaan itu?? #Don'tJudges

Ada banyak kekejaman yang terlihat, namun lebih mengerikan apa bila kita memelihara kekejaman itu dalam diri. Lebih bijak untuk tidak memelihara kebencian dalam diri.
"Tuhan lah yang berhak menghakimi umatnya. Kita tidak berhak melampaui wewenangnya."

Thursday, 3 March 2011

Tugas PKV 3 Redesign Logo Sarinah


Logo, memiliki bentuk "S" pada logo yang mewakili inisial nama Sarinah tersebut. Mempunyai bentuk yang menggambarkan kebidayaan indonesia. Dengan memiliki warna yang bergradasi logo tersebut bisa di bilang menggambarkan perkembangan Sarinah dari masa ke masa hingga sekarang. Dan tentunya terlihat modern.

Design by Julio Mesak Nangkoda

Friday, 4 February 2011

MANUSIA TAK SEMPURNA

Sinta terbangun ketika matahari menghilang dan digantikan embun malam yang mulai menggelitik sekujur tubuhnya. Di saat itu pun dia tersadar, dia berjalan sambil tertidur. Tempatnya berdiri di penuhi kunang-kunang, berwarna-warni, menari-nari mengelilingi tubuhnya seakan mengajak Sinta mengembangkan senyumnya yang telah lama hilang.

Ada satu kunang-kunang yang menarik perhatiaannya, dia mengajak sinta ke suatu tempat, Sinta terkagum, sejenak menahan nafas untuk sesekali berjalan pelan ke depan ke arah dia melihat. Hamparan bunga-bunga terindah di tengah hutan di malam hari yang pernah dia lihat, luas menuju ujung penglihatannya. Seseorang berbisik, “berlarilah sinta, nikmati apa yang kau lihat, yakin bahwa ini semua milik mu. Menarilah dengan mereka, mereka yang berkelap-kelip mengelilingi berputar-putar di antara aroma tubuh mu.”

Aku sendiri, berdiri terengah, hati ku gemetar, pandangan yang sangat ku takuti. Berdiri menjadi tuhan, aku menginjak bayangan ku sendiri. Jelas ini mimpi dan jelas pula hati ku berbicara mengaung-ngaung ditempat yang sepi nan putih ini. Ntah dari mana semua ini, yang jelas aku mengerti kanvas kehidupan ini bebas untuk ku beri warna dan bentuk. Aku ingin Ibu dan Ayah, aku ingin senyum mereka. Lalu warna orange kemerahan aku tuangkan, aku takut, sejenak berbentuk dua orang manusia tersenyum pada ku, hangat dan hilang menjadi serpihan kecil berbentuk kupu-kupu. Begitu cepat, aku tuangkan kembali warna orange tersebut, tak berbentuk apa-apa!! Hanya bentuk tumpahat cat orange. Senyumku menghilang, hati ku lusuh, jari jemari ku mulai mengepal keras, kenapa tak sanggup lagi aku membentuk senyuman hangat dari kedua orang tersebut yang ku yakinin gambaran ayah dan ibu. Aku berusaha meneteskan air dari mata ku, karena mungkin itu yang menghiasi mata sayup ku.

Langkah ku lunglai, aku kosong melangkah tanpa ujung di dunia suci. Aku ingin bayangan ini tak hanya diam dan mengikuti ku saja. Aku ingin dia berlari, melompat dan berbicara pada ku. Dia hanya tersenyum pada ku. Katanya “ Kau tak mampu menempatkan sesuatu di tempat yang seharusnya. KAU KALAP.” Aku berfikir, sesuatu yang selama ini mampu setia pada ku adalah bayanganku ini. Paparan dari bentuk tak real dari diriku. “Hei..sahabat...aku ini tuhan dari mimpi ku!! Aku mampu menghilangkan mu menjadi titik di hamparan kesucian” kataku. “KAU KALAP” katanya. “Bahkan aku yang menjadi bagian dari jiwa mu saja, ingin kau singkirkan” lanjutnya. “Kita ini mimpi, bahkan aku pun tak mampu membuat mimpi ku ini seperti apa” kataku. Tersadar bayangannya sudah hilang. “Hei...sahabat..kemana kau pergi?? Aku tidak sepenuhnya serius menyingkirkan mu.” Aku hancur, hati ku remuk redam, dengkul kaki ku, ku rebahkan ke tanah, hati ku tak lagi berbentuk. Ntah bagaimana ku melakukannya, hingga bagian yang paling setia dalam diriku pun telah ku benamkan jauh.

Redup mata sayup, kegelapan datang begitu cepat, berbunyi seperti kereta api yang mendekat. Tanpa ada benda langit, ruang lingkup mata ku terbatasi. Tanganku meraba ke depan. Duduk terdiam, lama ku berada di kegelapan, aku dilumpuhkan oleh kegelapan, dicabik-cabik ketakutan, kini bayanganku pun benar-benar tak ada, tak mampu menemaniku.

#Sebagian cerita fiksi ku

AKU INI MIMPI

Ada kalanya tuhan marah.
Aku tak mampu menggambar indah dan menari gemulai, sedangkan dia....
Dia menjadi tumpuan hidup.


Ada kanvas yang tak berbatas.
Kau berhak menjadi apa yang di inginkan.
Aku.....menutup mata, kuas besar di tangan kanan ku, berbagai warna cat bertumpuk dan mengeras di tangan kiriku.
Sudah puluhan tahun cat itu mengering, Aku lugu untuk memakainya.
Sudi kah seseorang membunuh ku, hingga air mata meramu kehidupan. Aku mati, lihat!!!! ada gerbang besar di dadaku, berdetak jantung, seakan menolak kenyataan.

Aku bahkan lupa...
Rasa jamu yang biasa di belikan ibu saat ku masih kecil. Penambah nafsu makan, katanya.
Lalu....
Ada jalanan kosong di depan ku. Akuu???
Terdiam....
Menutup Mata.
Kehidupan menolongku, merayu ku untuk bermimpi.
Aku ingin pergi ke efesus, aku ingin tenggelam di dalam segitiga bermuda lalu aku ingin mengikuti arah badai di puncak elbrus lalu berakhir di kota Paris.
Aku ingin melompati kehidupan dan menari-nari bersama tuhan di langit.
Aku ini muda, egois dan berapi-api. Tapi tak cukup mampu untuk melompat saat ini.
Kaki ku gemetar, aku di patahkan ketakutan, melangkah berat dengan rasa was-was. Pikiran ku berat akan kata-kata menyesakkan. Paru-paru ku di penuhi oksigen yang ku paksa masuk dengan bernafas dalam.

Kembali kedalam mimpi, Aku tertidur dan bertanya kembali "Ingin menjadi apa engkau?? Semua di tangan mu!!"

Wednesday, 2 February 2011

AKU INI ANAK TUHAN

Tuhan telah memberi saya kepintaran dalam menulis, menggambar dan memberi tinta berwarna dalam hidup ku ini adalah bagian dari sang khalik.

Ada anak tuhan berbisik hangat di lingkaran telinga ku.
Dia menyejukkan tanpa membuat kedinginan.

"Aku ini manusia kecil!!!" bisik ku
Yang tak suka keterbatasan, yang tak mampu di batasi oleh orang lain.

"Wahai anak ku....
Proses pendewasaan diri mu, beranjak dari semua sikap yang akan kau ambil!!!"

Aku....
Aku ini.....
Aku.....
muda....
egois.....dan........
berapi-api......
Lalu Besar
Aku....
Aku ini......
Berbeda.....
Aku........
Suka berbeda....

Pandangan diri ku jauh dan tatapan ku sayup lembut, jauh tanpa warna, hitam ditelan, sangat putih.
Kenapa??
Perkataan ku bijak!! Aku tak seperti anak 5 tahun.
Aku melayang, bersayap dan berkilau.

Friday, 7 January 2011

Embun Dibasuh Hujan

Pagi ini
Matahari bersembunyi
Terpapar semua
Lembutnya pagi

Terteguk
Karya Ilahi
Pandangan mimpi
Memudar

Menangis
Seolah Kehilangan
Matahari
Dunia ini

Berputar Labirin
Menghipnotis
atau terpaku
Tak Bergerak

Dalam Gelap
Bangkit
Menutup Jiwa
Tak Terlihat

Lembar Kehidupan
Angan-angan
Pasti, pasti nanti
Memberi arti

Kurang Perlawanan
Meronta namun tak berdaya
Bergumam
Mencoba

Menyapa Lembut
Dingin yang menusuk
itu semua
Paparan kehidupan

*salamduniatanpasuara

Perlu Mimpi ku di Refresh

Aku Dinda.....
Aku wanita berusia 23 tahun.
Sepanjang hidupku, aku belum menemukan roh jiwa ku.
Aku ini hantu, manusia wujud ku.

Lalu orang-orang melihat ku sebagai wanita yang sedikit menggunakan kata-kata. Tak berbicara, bila tak mengagumi sesuatu. Aku menelan bulat-bulat kehidupanku, berharap nanti menelurkan harapan dan menetaskannya dalam lingkup kebahagiaan.

Katanya sih aku cantik. Tapi menurut ku, cantik itu terlihat dari mata kita. Mata hati terutama.
Kini aku jenuh, aku ingin menjadi seorang yang mengidap penyakit autisme. Kenapa?? Karena aku ingin menggambarkan dunia seperti mau ku sendiri. Ada banyak kebahagiaan, Ayah Ibu pun ada disampingku, memeluk mengelus rambut hitamku. Dan ada seseorang pastinya yang bisa menjaga menyayangi dan memberi ku perhatian.Kalau perlu menjadi bagian dari nafasku.

Emmm....
Aku terjebak, mengapung  di udara.
Di sisi kiri ada panda yang lucu bermain dan menari. Tangan kanannya menggenggam batang pohon bamboo, tangan sebelah kirinya ada sebuah permen lollipop. Mengais-ngais manisnya permen, lalu dia kembali menari. Mengayunkan kehidupan, indahnya. Namun tak sekalipun dia melirik aku yang berdiri di sini.
Aku memalingkan pandangan, jauh ke arah sebaliknya.
Samar, mata ku tertutup embun, mengelitik lembut kulit tubuh ku. Dingin, dan sejuk.
Seorang kakek tua, dia melipat kakinya, duduk diantara awan, tangannya tenang di atas kedua kakinya yang terlipat. Auranya bijak. Aku pikir dia tuhan, Lalu sejenak, mata ku lemah, tertutup dan hilang.

Aku berjalan lagi, di jalan ini.
Lalu......

Note ; Sedikit cerita tentang????

*SalamDuniaTanpaSuara