Sunday, 25 December 2011

Gagasan Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI

Indonesia merupakan sebuah negara yang besar. Sangking besarnya, Indonesia memiliki beragam-ragam kebudayaan, suku dan bahasa. Dalam hal ini lah Indonesia berada, karena apabila semua itu menjadi satu ragam maka sangat tidak pantas disebut Indonesia.

Banyak cara untuk membangun Indonesia. Selamat niatnya membangun dan memajukan negara semuanya pasti bisa dilakukan. Saya ingin memposisikan menjadi seorang Anggota DPD RI.

Seperti yang kita ketahui dan saya katakan sebelumnya bahwa Indonesia memiliki beragam kebudayaan, suku dan bahasa. Itu semua terangkum dalam Pancasila Bhinneka Tunggal Ika, dari sana lah banyak hal menguatkan Indonesia sebenarnya.
Ada 7 point yang saya gagaskan dalam membangun Indonesia apabila saya menjadi Anggota DPD RI.
1. Kebudayaan
Pada saat ini Indonesia seperti mengalami krisis jati diri, terutama pemuda-pemudinya. Maka dari itu lah penanaman kebudayaan dalam setiap lapisan masyarakat pada suatu daerah sangat penting. Agar jati diri bangsa yang beragam tetap terjaga. Dimana memberikan pemahaman kebudayaan daerah secara KONSISTEN dalam pendidikan di sekolah-sekolah formal ataupun non formal. Namun dapat juga di lakukan dengan pengenalan kebudayaan daerah melalui apresiasi masyarakat terhadap acara-acara kebudayaan daerah yang diselenggarakan secara KONSISTEN.
2. Nasionalisme
Menurut saya, pada dasarnya Nasionalisme menjadi hal paling utama bagi sebuah negara untuk mengetahui seberapa peduli warga negaranya. Tapi disini saya mendahului kebudayaan karena saya memposisikan menjadi seorang Anggota DPD RI. Menumbuhkan rasa Nasionalisme sejak dini akan menentukan kebersatuan sebuah negara. Mengetahui sejarah bangsa dapat menumbuhkan Nasionalisme. Tentu saja pendidikan menjadi alat menumbuhkan nasionalisme. Tidak hanya dalam pendidikan formal, tetapi acara-acara yang dapat mengobarkan nasionalisme sangat perlu dilakukan dan secara KONSISTEN.
3. Pengembangan Pariwisata
Indonesia negara kepulauan. Saya rasa semua dari kita sudah tidak meragukan keindahaan Indonesia. Banyak daerah yang memiliki alam yang indah di Indonesia. Pada dasarnya apabila Indonesia mengembangkan jalur laut yang akan langsung mengantarkan para turis ke tempat-tempat pariwisata, makan Indonesia akan lebih berkembang dan sejahtera, karena semakin banyak pariwisata Indonesia dikembangakan, semakin banyak SDM dibutuhkan dan yang pasti akan banyak menyerap SDM disekitar tempat pariwisata tersebut. Namun ada pula daerah-daerah yang tidak memimiliki pesona alam. Disinilah kebudayaan suatu daerah muncul kembali. Pada dasarnya di setiap daerah di Indonesia memiliki kebudayaannya sendiri, yang dapat menjadi sebuah pesona pariwisata bagi siapapun. Di Jakarta sendiri masih ada beberapa museum-museum sejarah Indonesia yang saya lihat menjadi salah satu tempat pariwisata bagi para pelajar dan termasuk turis luar. Termasuk Monumen Nasional, dan secara konsisten Jakarta mengadakan kontes abang none yang jelas adalah sebuah kebudayaan asli jakarta.  Pada akhirnya pariwisatalah yang dapat memperkenalkan sebuah daerah.
 4. Pembangunan Infrastruktur
Pembangunan Infrastruktur di satu daerah sangat penting, namun tanpa mengesampingkan kebudayaan, nilai-nilai sejarah dan agama, lalu yang terpenting lingkungan. Pembangunan Infrastruktur bagi pendidikan sangat penting. Dimana infrastruktur yang menunjang dapat menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya dan dalam pembangunan daerah tersebut agar tidak tertinggal dari dunia global yang terus berkembang. Pembangunan Infrastruktur yang baik juga menunjang pariwisata, transportasi hingga kualitas masyarakatnya itu sendiri.
5. Pendidikan
Indonesia negara yang besar. Namun banyak masyarakatnya yang lebih percaya oleh ilmu-ilmu di luar akal sehat. Di Indonesia sangat mudah menemukan anak-anak jalanan yang siang dan malam meminta-minta. Bukan keinginan mereka tetapi hanya itu yang mereka dapat lakukan. Pendidikan menjadi salah satu faktor kesejahteraan sebuah kelompok masyarakat atau daerah, yang saya lihat di media-media di televisi dan saya yakin ada banyak oraganisasi kecil di masyarakat yang memberikan pendidikan non formal secara gratis kepada anak-anak jalanan. Jadi, intinya Pemerintah Daerah harus dapat memberikan sebanyak mungkin pendidikan gratis kepada mereka yang membutuhkan.
 6. Kesempatan pengembangan diri bagi para pemuda
Bung Karno pernah berkata "Berikan aku 10 anak muda, maka aku akan menanklukkan dunia" Pengembangan diri bagi pemuda-pemudi melalui kegiatan-kegiatan tertentu akan melahirkan pemuda-pemudi yang kreatif bagi daerah tersebut. Contoh Bandung, Bandung terkenal dengan musik dan usaha clothing yang mandiri dari anak-anak muda Bandung, yang menjadikan Bandung menghasilkan musisi-musisi berbakat dan menjadikan Bandung berkembang secara kreatif. Tentunya tidak lepas dari kegiatan-kegiatan kompetisi musik yang banyak terselenggara secara rutin. Jelas bahwa anak muda hanya butuh kesempatan untuk mengembangkan diri.
 7. Pemberian keterampilan usaha atau kemampuan berbisnis bagi masyarakat
Salah satu permasalahan di sebuah daerah--Indonesia--adalah ekonomi. Ada banyak cara membantu masyarakat yang kurang mampu, tetapi cara yang tetap untuk membantu mereka yang berkekurangan adalah dengan cara memberikan bekal, baik dalam bentuk pemahaman bagaimana berbisnis, keterampilan membuat atau mengolah bahan mentah menjadi barang yang layak untuk di jual dan bernilai komersial ataupun memberikan pinjaman modal usaha bagi mereka. Sehingga tingkat kesejahteraan di daerah tersebut akan terangkat.
 8. Pembinaan dalam bidang olahraga
Percaya atau tidak salah satu faktor pemersatu adalah olahraga. Sepak bola menjadi salah satu alat pemersatu masyarakat dunia ketika terjadi perang dunia, yang hingga kini sepak bola menjadi olahraga paling populer di dunia. Olahraga pada saat ini bukan hanya menjadi sebuah olahraga, tetapi sebuah hiburan yang sangat populer. Olahraga pun dapat menumbuhkan rasa persatuan, mengharumkan nama bangsa hingga bersikap dewasa dalam menerima kekalahan. Oleh karena itu pembinaan dalam bidang olahraga di tiap daerah diharapkan dapat melahirkan pemuda-pemudi yang dapat membuat prestasi untuk daerahnya sendiri dan bangsa, lebih utama.
 Banyak potensi yang besar yang dimiliki Indonesia. Kita hanya perlu memanfaatkannya, karena pendahulu kita telah berusaha mendapatkan semuanya.

Sunday, 18 December 2011

Indonesia Unite

Indonesia Unite by Juliofmine.deviantart.com


Indonesia Unite
Terlahir dari semangat para anak muda indonesia untuk bersatu, yang gw harap bukan hanya sesaat. Semangat itu harus tetap di kobarkan bagaimanapun caranya.

Sayangnya, di Indonesia semuanya seperti terbalik. Salah menjadi benar, benar menjadi salah. Tapi Gw yakin, ada banyak hal yang membanggakan bagi Indonesia yang terjadi. Namun sayangnya berita yang menjual hanya tentang bencana alam, kekerasan dan korupsi. Emang ga bisa di pungkiri negara Indonesia sangat luas dan berpulau-pulau, dan media pun tidak dapat menayangkan semua berita yang terjadi di seluruh penjuru negeri. Tapi selama niatnya membangun Indonesia pasti bisa. Gw pernah baca tulisan dari blognya Pandji Pragiwaksono--www.pandji.com--dan buku dia yang berjudul Nasional.Is.Me. Bahwa sebenarnya membangun negara tidak harus menunggu dan meminta dari pemerintah. Sangat bisa kita lakukan sendiri bila memang kita memiliki kesempatan, materi dan kemauan.

Semalem itu gw nonton Kick Andy Hope per tanggal 17. Ada sebuah organisasi kemasyarakatan di wilayah Jakarta Utara, Cilincing, yang menampung dan mengajarkan beberapa anak jalanan di sekitarnya, dan yang paling menarik itu adalah pemimpin yang bertugas mengajarkan anak-anak itu adalah seorang anak muda. Sebenarnya ini tentang kepedulian. Bahwa di Indonesia, masih ada anak-anak muda yang mau dan perduli dengan negara ini. Negara yang terbentuk dari semangat pemuda-pemudinya.

Tanggal 18, hari minggu ini. Gw nonton Metro TV. Ini salah satu stasiun televisi yang banyak memberikan berita-berita dari penjuru negeri. Pagi ini gw nonton bagaimana persoalan kehidupan masyarakat perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Masyarakat di sana umumnya memiliki permasalahan ekonomi, yang membuat mereka untuk lebih bekerja keras mencari ikan--Mata pencaharian mereka nelayan--hingga ke perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Dimana sebagian dari mereka sering tertangkap oleh tentara tetangga, yang katanya mereka mendapatkan perlakuan yang tidak............ Nahasnya, tentara perbatasan Indonesia tidak mampu berbuat secepat mungkin, karena peralatan tugas yang sangat minim. Bahwa ketika permasalahan ekonomi dan ladang ikan yang semakin sedikit di sekitar pemukiman membuat nelayan mencari ikan lebih ke luar perbatasan, terjadi masalah dan tentara kita pun tidak mampu banyak berbuat apa-apa.

Gw pengen kutip perkataan bapak pemerintah daerah di sana ketika gw nonton "Bahwa jangan sampai Nelayan-Nelayan ini merasa menyesal menjadi Indonesia"

Dan gw yakin masih ada banyak masyarakat Indonesia yang perduli dengan negaranya!!!

Thursday, 15 December 2011

Cinta dan Payung di kala Hujan Part 3


Mengapa hujan terlalu banyak terjatuh? Tidak seharusnya dan tidak biasanya dalam bulan april ini hujan sangat menunjukkan superiornya. Hanya ada coklat vanilla panas dengan garis-garis uap yang menari di antara bibir menawan gelas bundar tersebut, tepat di depan sucinya hamparan kertas A2 ku, yang telah hampir 20 menit masih suci, perawan, tidak tersentuh seniman berlabel 2B. Dalam kehidupan ini aku hanya mengenal konsep dan keagamaan. Aku tidak pernah tau, tidak pernah ingin tahu dan tidak pernah percaya tentang pencapaian 2 anak manusia yang memadu cinta dalam prahara chemistry. Dimana cinta datang tanpa ada pengenalan, dimana ketika seorang pria dan wanita pertama kali bertemu, bertatapan mata dan jatuh cinta. Yang aku tahu, prahara cinta 2 anak manusia terbangun dalam hubungan yang cukup lama hingga mereka saling mengerti. Itu sebabnya aku selalu percaya dengan konsep. Termasuk dalam hubungan percintaan.

            Aku sudah lama berhubungan dengan randy, 9 tahun lamanya. Dia cinta pertama ku. Dan dalam hidup ku hanya dia satu yang mampu menanamkan bulir-bulir cinta. Aku dan dia telah saling kenal sejak umur kami masih sangat belia. Ingusan lebih tepatnya. Lalu perpisahan tidak dapat dibendung. Kini hampir 5 tahun aku sendiri. Aku tahu persis diri ku. Aku tahu bagaimana aku berfikir tentang konsep. Aku selalu mendamba seorang pendamping yang seperti randy. Dia mampu menumbuhkan cinta jauh dan berjangka panjang dalam hati ku. Mungkin itu yang menjadi konsep percintaan ku. Dan mungkin itu pula yang membuat aku betah sendiri hingga 5 tahun lamanya.

***

            Alam seperti bermuka dua. Hari ini semakin deras hujan turun. Pukul 13.12 siang aku tersadar dalam lembut embun yang bahkan tidak pernah meninggalkan ruangan kamar ku sejak kemarin malam. Mungkin ini konsep yang salah dari manusia dalam pembangunan. Alam berubah sifat. Mereka menggertak agar kita tidak memperburuknya. Dalam tiap jarum-jarum hujan yang membentur bumi, aku mendengar dentuman nada-nada kata yang bersimphony menjadi pesan. Samar bahkan menjurus tidak terdengar. Terkadang terjadi begitu sering. Kadang membuat ku mengantuk hingga terlambat kuliah. Ini lah yang ku sebut konsep symphony alam. Para penyaji makanan kelabakan, lapak dagang berhambur tersiram deras hujan, eksekutif-eksekutif muda—pria dan wanita—luntang lantung berlarian menghindari titik-titik air yang hinggap di kain sutra di tubuhnya di pingir jalan-jalan protokol di tengah superiornya gedung-gedung perkantoran, anak kecil berdansa tidak gemulai seakan merayu hujan, tarian kala hujan. Para ibu berteriak lantang kepada anak mereka yang malah tersenyum bermandikan air hujan. Cucian-cucian, sepatu hingga celana dalam segera di angkat dari peraduannya, bersiap menanti matahari esok pagi, bersiap tidak akan kering hari ini. Di gank-gank penuh sesak dalam pesona padatnya kota tiba-tiba diam, hanya ada benturan percikan jarum-jarum hujan yang jatuh menghantam peradaban. Anak berpobia hujan semakin menghujat, air mata deras terjatuh sederas hujan di luar sana.

            Menikmati yang seharusnya dinikmati. Teh hijau dan bolu kukus buatan ibu, melankolisnya embun di beranda mata, indahnya dunia. Tiba-tiba handphone ku berdering. Fatur menelfon ku. Begini, paparan kehidupan adalah apa yang kita percaya dan kita pertahankan untuk diubah menjadi nyata. Seperti ketuhanan dan konsep mimpi dan cita-cita.

***

            Ingatan ku masih segar tentang perkataan Dian
“Sampai kapan mau kukuh dengan konsep yang idealis tentang kehidupan? Sampai nanti tersadar bahwa cinta tidak akan ada yang datang? Cinta seperti Randy tidak akan sama di dapat”.
Seperti keracunan oksigen. Fikiran yang kalang kabut di dalam lingkup tubuh yang datar. Lalu hujan seperti mengepungku di berbagai arah. Seragam dengan garis-garis muka yang pudar dari goyahnya kepercayaan selama ini. Sepi di derasnya gemericik benturan hujan yang menghantam bumi. Gegap tak gempita fikiran ku melanglang buana ke negeri perenungan. Terkadang aku berfikir Dian seolah mengajarkan ku yang benar, di satu sisi terasa seperti memaksa dan mengatur hidup ku. Dalam selaras langkah kaki ku menuju rumah dengan payung musim panas ku ini. Bila di fikir, mungkin perkataan dian benar. Bahkan dalam menghantam musim kemarau dan penghujan aku memiliki konsep tentang penggunaan warna payung. Biru untuk kemarau, merah untuk hujan. Bukan tanpa sebab pemilihan warna tersebut.

***

            Hujan, itu teduh terbalutkan air.
            Tiba-tiba saja hujan, aku yang mengira akan cerah pun lupa membawa payung biru ku. Di kota ini, bagi mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi, payung menjadi rumah teduh untuk bersahabat dengan hujan. Di gedung ini, mall terbesar di kota ini, tempat ku dan dian kerja part time sebagai SPG . Tiap kali hujan datang para pengumpul rupiah receh tiba-tiba berlalulalang. Menari kesana-kemari seperti sebuah Drama Musical “Tarian Hujan Para Pengumpul Rupiah”. Aku selalu dalam situasi seperti ini menggunakan jasa mereka. Ada puluhan dari mereka. Aku tidak memilih, langkah kaki ku telah berjalan di bawah payung sewaan ini. Dalam sudut kereta bersopir ugal-ugalan yang isinya penuh sesak, benak ku kembali.
***

            “Sudah berapa lama kerja beginian?”
            Dia menahan kata. Seakan buta perkataan. Mungkin ini terlalu sensitif baginya. Kami lama terdiam saling berhadapan. Sulit memang, membuat semua mencair dalam dinginnya jarum-jarum hujan yang tergenang dalam air muka kami berdua.

            “Ga sadar yah?! Tenyata aku sering make payung kamu lohh?!”

Ada keheningan yang cukup lama disana. Aku mulai frustasi mengajaknya berbicara ketika
            “Payung itu sengaja aku beli khusus untuk kamu pakai!!”