Thursday, 1 September 2011

Kepadamu, Pahlawanku


:Soe Hok Gie

Aku diajak bicara tentang bangsa. Yang kudengar adalah gema generasi gagap berpantulan di dinding jebakan zaman. Mungkin sekadar jelmaan cemarnya darah generasi ’90 yang kubawa sejak kesahihan sejarah habis terbakar dan lenyap sampai sisa abunya. Lalu kutemukan namamu yang menenggelamkan aku dalam pesona. Jejeran abjad sesisaan pikiranmu mengajakku berkaca.

Yang terbesar adalah kebenaran, ujarmu. Maka kepadanya aku berlari untuk menghadap, selagi kita sama-sama percaya bahwa menjadi manusia bebas adalah hakiki. Mungkin akan kau dengar eufoni dalam kepalaku menjelang petang, tentang amanat cinta terhadap manusia seperti yang kau, kawan yang kujumpa dalam aksara, cita-citakan. Ya, masih akan kukejar.

Eufoni Cita-cita – Ellena Ekarahendy


Seratus kata untuk pahlawan kita. Ada ibu, ada ayah, ada guru, ada pacar, dan ada pahlawan nasional. Tak akan pernah kita sangka bahwa di sekeliling kita ada pahlawan yang ada untuk kita. Tak akan pernah kita sangka bahwa ada pahlawan yang telah membuat kita merdeka. Seratus kata menjadi sebuah dedikasi bagi mereka, orang-orang yang selalu berjasa di dalam kehidupan kita.


Bergerak Sastra
http://kepadamupahlawanku.wordpress.com
untuk.sastra.indonesia@gmail.com


Kumpulan sastra "Kepadamu, Pahlawanku" ini adalah tulisan tentang seseorang yang dianggap seorang pahlawan bagi tulisan mereka yang tergabung dalam buku ini. Buku ini bisa di pesan di www.nulisbuku.com yang kebetulan cover buku ini gue sendiri yang ngDesign. Khusus untuk tulisan gue bisa di baca di halaman Cerpen dan Sastra di blog gue ini.

0 comments:

Post a Comment