:Soe Hok Gie
Aku
diajak bicara tentang bangsa. Yang kudengar adalah gema generasi gagap
berpantulan di dinding jebakan zaman.
Mungkin sekadar jelmaan cemarnya darah
generasi ’90 yang kubawa sejak kesahihan sejarah habis terbakar dan lenyap
sampai sisa abunya. Lalu kutemukan namamu yang menenggelamkan aku dalam pesona.
Jejeran abjad sesisaan pikiranmu mengajakku berkaca.
Yang
terbesar adalah kebenaran, ujarmu. Maka kepadanya aku berlari untuk menghadap, selagi kita sama-sama
percaya bahwa menjadi manusia bebas adalah hakiki. Mungkin akan kau dengar
eufoni dalam kepalaku menjelang petang, tentang amanat cinta terhadap manusia
seperti yang kau, kawan yang kujumpa dalam aksara, cita-citakan. Ya, masih akan
kukejar.
Eufoni Cita-cita – Ellena Ekarahendy
Seratus kata untuk pahlawan kita. Ada ibu, ada ayah, ada
guru, ada pacar, dan ada pahlawan nasional. Tak akan pernah kita sangka bahwa
di sekeliling kita ada pahlawan yang ada untuk kita. Tak akan pernah kita
sangka bahwa ada pahlawan yang telah membuat kita merdeka. Seratus kata menjadi
sebuah dedikasi bagi mereka, orang-orang yang selalu berjasa di dalam kehidupan
kita.
Bergerak Sastra
http://kepadamupahlawanku.wordpress.com
untuk.sastra.indonesia@gmail.com
Kumpulan sastra "Kepadamu, Pahlawanku" ini adalah tulisan tentang seseorang yang dianggap seorang pahlawan bagi tulisan mereka yang tergabung dalam buku ini. Buku ini bisa di pesan di www.nulisbuku.com yang kebetulan cover buku ini gue sendiri yang ngDesign. Khusus untuk tulisan gue bisa di baca di halaman Cerpen dan Sastra di blog gue ini.

0 comments:
Post a Comment