Friday, 21 October 2011

Tulang Punggung

Satu lagi paparan kehidupan terbuka. Saat ini yang ku lihat adalah pandangan miris yang menginspiratif diri ku sendiri. Mungkin engkau tak pernah merasa berdiri dengan kaki yang bergetar rapuh, dan mereka memandang semua dengan berkata "Engkau seorang yang lemah"

Aku menangis, air mata ku meluap berharu, deras menghujam hati ku.

Setidaknya itu yang ku gambarkan dari teman-teman ku yang lebih berharga kehidupannya di mata sang raja. Semangat teman-teman, selalu ada harapan.

Ada pandangan atau kehidupan yang tak pernah kalian rasakan bahkan jalani. Mereka kehilangan tulang Punggung keluarganya.

Aku merasa kurang ketika ayah hanya pulang 6 bulan sekali,tak lebih 2 bulan di rumah, dia berlalu pergi menguras keringat agar anak-anaknya mendapat kehidupan yang lebih baik darinya.

Bahkan ketika umur ku 22 tahun, aku tau aku tak begitu menghargainya, tapi kau tau,dad. You're the Hero for this family "Nangkoda"

"I know this time is for me to take my chance for my own life"

"Sobat..ada banyak pengharapan dalam dirimu, berikan, biarkan sang Raja menggenggamnya"

0 comments:

Post a Comment