Aku Dinda.....
Aku wanita berusia 23 tahun.
Sepanjang hidupku, aku belum menemukan roh jiwa ku.
Aku ini hantu, manusia wujud ku.
Lalu orang-orang melihat ku sebagai wanita yang sedikit menggunakan kata-kata. Tak berbicara, bila tak mengagumi sesuatu. Aku menelan bulat-bulat kehidupanku, berharap nanti menelurkan harapan dan menetaskannya dalam lingkup kebahagiaan.
Katanya sih aku cantik. Tapi menurut ku, cantik itu terlihat dari mata kita. Mata hati terutama.
Kini aku jenuh, aku ingin menjadi seorang yang mengidap penyakit autisme. Kenapa?? Karena aku ingin menggambarkan dunia seperti mau ku sendiri. Ada banyak kebahagiaan, Ayah Ibu pun ada disampingku, memeluk mengelus rambut hitamku. Dan ada seseorang pastinya yang bisa menjaga menyayangi dan memberi ku perhatian.Kalau perlu menjadi bagian dari nafasku.
Emmm....
Aku terjebak, mengapung di udara.
Di sisi kiri ada panda yang lucu bermain dan menari. Tangan kanannya menggenggam batang pohon bamboo, tangan sebelah kirinya ada sebuah permen lollipop. Mengais-ngais manisnya permen, lalu dia kembali menari. Mengayunkan kehidupan, indahnya. Namun tak sekalipun dia melirik aku yang berdiri di sini.
Aku memalingkan pandangan, jauh ke arah sebaliknya.
Samar, mata ku tertutup embun, mengelitik lembut kulit tubuh ku. Dingin, dan sejuk.
Seorang kakek tua, dia melipat kakinya, duduk diantara awan, tangannya tenang di atas kedua kakinya yang terlipat. Auranya bijak. Aku pikir dia tuhan, Lalu sejenak, mata ku lemah, tertutup dan hilang.
Aku berjalan lagi, di jalan ini.
Lalu......
Note ; Sedikit cerita tentang????
*SalamDuniaTanpaSuara
0 comments:
Post a Comment