Wednesday, 7 May 2014

KAMU

KAMU...

Kamu itu bagai suatu mahkluk menawan yang turun dari langit, terkadang aku merasa semua yang kamu berikan banyak sampai terkadang engga bisa aku menampungnya. Meluap menghujani aku, dan kini aku hanya takut mengecewakan kamu. Tapi aku berusaha menjadi yang terbaik untuk kamu, dari semua keterbatasan dan dari semua kekurangan ini, aku ingin...aku ingin menjadi nafasmu, berirama dengan nafasku lalu menari-nari sampai Gabriel dan para malaikatnya ikut menari.

Tidak ada wanita yang sebegitu mencintai seperti mu, sebegitu melankolis dari Eiffel di Paris sekalipun. Lalu bila Paris itu romantis itulah kamu. Bila palung laut itu mendalam lalu engkau lebih mendalam. Aku marah karena aku tidak berdaya, bahkan memberikanmu sebatang mawar pun tak dirasa cukup. Hingga akhir pujian ku habis butuh 1000 tahun untuk menyelesaikannya, butuh lebih dari 5 bahasa baru dengan rangkaian kata yang indah untuk menggambarkan hati mu yang menawan, yang akan diingat 1000 tahun dari sekarang, menjadi pembelajaran sastra untuk pemuda pemudi dimasa depan. Bagai romeo dan juliet, melankolis, menawan dan berpasangan.

0 comments:

Post a Comment