Tuesday, 27 May 2014

Ayah

Hidup itu memperjuangkan hal yang dirasa terbaik?
Namun ketika kesederhanaan digadaikan, setiap orang akan berpotensi menghancurkan. Tetapi hidup tanpa ambisi hanya akan mengotorkan mimpi-mimpi.

Saya percaya akan kesederhanaan.
Dari setiap nafas yang menggurui di Sekolah Menengah Atas, kehidupan disekitar dan pahlawan hidup, tergambar pembalajaran yang menawan.

Tahu diri lah kita, karena kesempurnaan hanya milik sang raja.
Dimana nafas bisa saja digadaikannya dari kita.
Belajar adalah cara yang paling tepat untuk protes terhadap kehidupan.

Menutup kuping dari semua nasihan pahlawan hidup, namun pada akhirnya bersyukur karena ternyata melekat didalam jiwa. Berbaur dengan darah, merasuk ke dalam pembulu darah terdalam, menjadi leukosit yang berperang untuk kekebalan tubuh. Dari semua itu ternyata saya sangat mencintai pahlawan hidup saya, yaitu Ayah.

0 comments:

Post a Comment