Saturday, 7 September 2013

Facing The Giants

Facing The Giants


"With God all things are possible"

Bagaimana menurut lw bila kita mendengar kata-kata itu dalam situasi putus asa dan tak percaya akan keberhasilan. Di film ini kita di ajarkan bagaimana berusaha keras dan tetap menaruh harapan kita pada tuhan. Ketika kita berhasil kita memuji namanya, ketika kita gagal kita memuji namanya.

Ada sebuah sekolah SMU yang memiliki sebuah tim Football (dalam bahasa Amerika yang berarti Rugby) mereka memiliki seorang pelatih yang sudah melatih Tim Football tersebut selama 6 tahun. Tapi selama 6 tahun tersebut mereka tak sekali pun memenangkan kejuaraan dan meraih tropi. Di luar kesehariannya melatih pun-dia-Grant Taylor-semenjak menikah dengan istrinya, mereka belum di karuniai seorang anak. Kehidupan berlanjut begitu menekan kehidupan Grant Taylor, dimana para ayah dari para pemainnya ingin Grant Taylor di pecat dari kepelatihannya, dan mungkin yang lebih buruk dari itu bahwa dia mendapati kabar dari dokter spesialis bahwa dirinya tak dapat memberikan anak bagi sang istri yang sangat mendambakan seorang bayi. Disini kehidupannya yang mulai kehilangan harapan di pulihkan oleh kuasa tuhan. Bible (Alkitab) lah yang menuntun jalannya menuju sang jurus selamat Jesus Kristus. Ketika seorang Grant Taylor mulai menerima Jesus Kristus dalam dirinya Pendeta Bridges menguatkan keyakinannya kembali bahwa bersiaplah menanti pengharapannya, terus berusaha dan jangan pernah meragukan itu. Dengan menjadikan Jesus Kristus sebagai filosofi dalam melatih dan menanamkan filosofi tersebut kepada para pemainnya untuk bermain. Satu per satu dari mereka di pulihkan. Matt Prater yang tak pernah menghrgai ayahnya sebagai seorang Ayah, mampu di ubahkan menjadi Matt yang sangat menghargai ayahnya. Kini Matt di pulihkan dan mulai menerima Jesus Christ sebagai tuhan dan juruselamat. Dan setelah mereka membawa Jesus Christ dalam setiap pertandingan mereka, mereka menang berturut-turut dan secara ajaib lolos ke partai Chanpionship dan memenangi piala pertama mereka. David Childers tokoh utama pada akhir cerita ini. Dia mampu membawa timnya menang dalam pertandingan final tersebut. Dia selalu memiliki pandangan bahwa dia lah orang terakhir dan terlemah di barisan tim tersebut, tapi tuhan sudah menaruh semua dari kita untuk melakukan porsi yang lebih besar dari apa yang kita bayangkan. "Now you tell me, what's imposible with GOD? Grant Taylor Asked. He answered : Nothing, Coach" Dan pada akhirnya Grant Taylor dan Brooke Taylor di karuniai 2 anak yang di berikan oleh Jesus Christ. That's why he always said "WITH GOD ALL THINGS ARE POSIBBLE"

0 comments:

Post a Comment